Merepresentasikan Pikiran




Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan dan imajinasi. -wikipedia


Sebagai seseorang yang sering berpikir, gue masih saja kesusahan untuk merepresentasikan pikiran gue ke dalam bentuk tulisan. Padahal setiap hari gue selalu berpikir, mulai dari hal-hal yang tidak penting sampai ke hal-hal yang penting. Dan yang paling sering gue pikirkan adalah hal-hal yang berbau fiksi. Ya, gue memang suka berhayal dan kebiasaan itu sudah ada sejak lahir mungkin. Itu berarti gue termasuk seseorang yang memiliki daya imajinasi yang tinggi.

Alasan kenapa gue kesusahan untuk merepresentasikan pikiran mungkin dikarenakan kosakata gue yang terbatas. Memang sih, gue itu irit banget bicaranya atau lebih tepatnya seseorang yang pendiam. Ditambah lagi gue juga malas membaca. 

Jadi, waktu gue masih sekolah dulu kalau ada tugas untuk menulis atau mengarang. Gue membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merangkai kata demi kata sampai membentuk sebuah kalimat. Bahkan gue juga butuh waktu untuk menjawab pertanyaan dari soal yang berbentuk essay.

Karena itu, gue memutuskan untuk membuat blog ini sebagai wadah untuk gue belajar merepresentasikan pikiran melalui sebuah tulisan. Gue juga sendang berusaha untuk mulai rajin membaca agar kosakata yang ada di dalam otak bisa ikut bertambah.

Awalnya sih semangat, namun lama-lama semangat itu meredup dan akhirnya mati. Seperti peribahasa ‘Hangat-hangat Tahi Ayam’ yang berarti tidak serius atau tidak bersungguh-sungguh terhadap suatu hal.

Sebenarnya sih, gue orang yang menyukai banyak hal namun susah untuk melakukannya sampai akhir. Itu bukan berarti gue tidak serius, tetapi gue kesusahan untuk tetap konsisten atau istiqomah dalam melakukan banyak hal. Atau mungkin, ini bisa dipengaruhi oleh faktor malas dari dalam diri sendiri.

Itu sebabnya blog ini jarang ada postingan baru. Padahal gue sering dapat ide untuk membuat tulisan yang rencananya akan gue posting di blog. Kebanyakan dari ide-ide itu saat ini telah hilang entah kemana dan hanya menyisakan sedikit saja. 

Saat ini gue masih belajar untuk mengungkapkan isi hati serta isi pikiran kedalam bentuk tulisan. Gue juga masih belajar membaca untuk menambah kosakata. Dan gue juga sedang berjuang untuk melawan rasa malas yang mungkin sudah mengakar. 

Gue berharap bisa menulis lagi dan yang lebih panjang dari tulisan ini. Dan berharap agar rasa semangat gue hidup kembali serta tetap tumbuh menjadi lebih besar. 


.
Merepresentasikan Pikiran Merepresentasikan Pikiran Reviewed by Unknown on Juli 07, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Haii.. Gimana, udah selesai bacanya ?
Kalau mau ngasih komentar juga boleh kok.
Terimakasih !

Diberdayakan oleh Blogger.